10 Tradisi Ritual Paling Mengerikan dari Seluruh Dunia


1
57 shares, 1 point
10 Tradisi Ritual Paling Mengerikan dari Seluruh Dunia
Orang Dayak asal Kalimantan di masa lalu punya ritual berburu kepala manusia yang disebut ngayau.

Kehidupan manusia di dunia pada dasarnya di mulai dari pola hidup yang sesuai dengan adat dan istiadat dari para nenek moyang terdahulu. Tradisi merupakan aktivitas sosial yang tak akan pernah bisa lepas dari kehidupan masyarakat. Namun, dibalik tradisi tersebut ada beberapa ritual-ritual yang unik, aneh dan banyak juga yang menyeramkan, menjijikkan dan tergolong sadis.

Namun anehnya, ritual-ritual budaya itu justru masih tetap berkembang di daerah-daerah tertentu dengan berbagai alasan. Memang sudah menjadi kewajiban untuk meneruskan generasi leluhur, hanya saja terkadang cukup mengerikan jika dilihat langsung. Penasaran guys?

Berikut ini 10 Tradisi Ritual Paling Mengerikan dari Seluruh Dunia yang dirangkum 10pedia.net dari berbagai sumber:

10. Sokushinbutsu, Jepang

Mereka melakukan mumifikasi pada diri mereka sendiri yang tentu saja dengan mengakibatkan kematian pada mereka. Ritual ini pertama kali dirintis oleh seorang imam biksu bernama Kuukai lebih dari 1000 tahun yang lalu di kompleks candi Gunung Koya, prefektur di Wakayama. Pada dasarnya mumifikasi diri sendiri adalah tindakan bunuh diri yang dilakukan dalam jangka waktu yang panjang dan dimulai dengan proses tiga langkah. Langkah pertama, mereka harus makan kacang-kacangan dan biji-bijian selama 1000 hari. Langkah kedua, setelah 1000 hari berikutnya mereka harus memakan kulit dan teh beracun.

10. Sokushinbutsu, JepangLangkah keiga merupakan akhir dari hidup mereka, di mana mereka menempatkan diri sendiri di sebuah makam batu yang disegel yang tak berisi apa-apa kecuali sebuah lonceng kecil dan tabung udara. Biksu itu akan membunyikan lonceng satu kali setiap harinya untuk memberitahu orang di luar bahwa dirinya masih hidup. Ketika lonceng tak berbunyi lagi, orang-orang tahu bahwa biksu itu telah meninggal dan akan dimakamkan secara permanen. Setelah 1000 hari, jasad biksu itu akan dikeluarkan dari makam dan tubuh muminya akan ditampilkan.

9. Pokot, Kenya

Para gadis Suku Pokot di Kenya akan disunat untuk menikah. Tradisi sunat ini juga menjadi proses transisi dalam kewanitaan seorang gadis. Dan menurut para orang tua di Pokot, tradisi ini akan terus dipertahankan sampai kapanpun juga. Proses penyunatan dalam tradisi sunat perempuan inipun cukup mengerikan sebab mencakup prosesi pemotongan alat kelamin perempuan. Organ klitoris dan alat kelamin luar dipotong, kemudian dijahit untuk mengurangi hasrat seksual wanita. Penyunatan bisa dilakukan dengan menggunakan silet, pecahan kaca atau gunting. Para gadis yang sudah disunat akan dibalut dengan kulit binatang dan dihiasi oleh coreng cat putih di wajah. Malam harinya akan ada beberapa perempuan lain yang berkumpul untuk bernyanyi dan menari menghibur gadis yang baru saja disunat.

9. Pokot, AfrikaSebetulnya tradisi sunat perempuan ini telah dilarang oleh Pemerintah Kenya sejak beberapa tahun yang lalu. Lembaga PBB yang mengurusi anak-anak, UNICEF, mengatakan lebih dari 125 juta perempuan di 29 negara di Afrika dan Timur Tengah menjalani tradisi sunat perempuan semacam ini. Namun demikian, bagi Suku Pokot, tradisi sunat perempuan ternyata sudah menjadi hal biasa. Tradisi ini nyatanya diyakini sebagai simbol kekuatan. Melalui rasa sakit, para wanita dapat menunjukkan kepada yang lainnya bahwa ia bisa bertahan. Kabarnya Hukum Kenya akan memberikan hukuman penjara seumur hidup ketika seorang gadis meninggal dunia akibat tradisi ini karena tradisi ini menimbulkan sakit yang luar biasa, pendarahan, perasaan terguncang dan dapat menyebabkan komplikasi saat melahirkan.

8. Ifugao, Filipina

Suku Ifugao asal Filipina punya ritual kematian yang menyeramkan. Dimana bila ada orang meninggal dengan cara yang alami, mereka akan mengenakan mayat itu dengan jubah dan mengikatnya di kursi kematian yang terletak di bawah rumah.

Baca juga: 10 Kisah Nyata Orang-orang yang Pernah Alami Mati Suri, Bikin Merinding!

8. Ifugao, FilipinaBiasanya mereka dibiarkan selama 13 hari di sana dan kemudian baru dikubur. Sementara dalam kasus kematian mendadak atau tidak wajar, tubuh mayat akan diikat di samping rumah sampai membusuk. Diyakini, cara ini membuat roh mereka dapat bebas dan membalas dendam orang yang telah membuat celaka.

7. Suangi, Papua Nugini

Tradisi ini banyak dilakukan orang-orang Kombai dari Papua Nugini. Suangi merupakan roh jahat yang dikatakan suka memakan organ dalam tubuh korbannya dan kemudian menggantinya dengan kotoran atau rumput.

7. Suangi, Papua NuginiMereka yang terkena akan jatuh sakit secara misterius. JIka ridak ditangani, maka akan menyebabkan sakit di seluruh desa dimana korban tinggal. Cara terbaik untuk menghilangkan suangi dengan membunuh dan memakan tubuh korban yang dilakukan keluarganya sendiri.

6. Suku Matis, Brazil

Ritual kedewasaan Matis dari empat fase yang sangat menyakitkan. Pada tahap pertama, racun diteteskan pada mata pria muda. Suku Matis percaya bahwa hal tersebut akan membantu meningkatkan indera penglihatan anak laki-laki mereka. Tahap kedua dan ketiga melibatkan siksaan fisik, tubuh para pemuda akan dicambuk dan dipukuli berulang kali.

Baca juga: 10 Ramalan Kematian yang Menjadi Kenyataan

6. Suku Matis, BrazilPada tahap akhir, para pemuda disuntik dengan racun Kampo, yang diekstrak dari katak monyet. Kampo tidak bersifat halusinogenik, meskipun dapat menyebabkan respon psikologis yang ekstrem. Selain itu, racun ini juga dapat menyebabkan berbagai efek pada tubuh seperti muntah dan gerakan usus yang tak terkendali. Suku Matis sangat percaya bahwa Kampo mampu meningkatkan daya tahan dan kekuatan anak laki-laki mereka, dan membuat mereka menjadi pria sejati dan pemburu yang mahir.

5. Famadihana, Madagaskar

Famadihana adalah tradisi pemakaman di Madagaskar. Ritual ini dilakukan dengan mengeluarkan jasad leluhur (berdasarkan silsilah keluarga), membungkusnya kembali dengan kain suci yang baru, lalu para pelayat berpesta dengan menari-nari di sekitar jasad, tentunya disertai iringan musik. Di Madagaskar, ritual ini dilakukan setiap tujuh tahun sekali. Tradisi tersebut dinilai mampu menyatukan keluarga besar dalam perayaan kekerabatan.

5. Famadihana, MadagaskarSebenarnya ini adalah momen untuk menghormati keluarga yang ditinggal mati. Para sanak saudara mengirimkan tulang jenazah ke rumah keluarga itu dan memperbarui makamnya. Hal ini dianggap menyatukan “ikatan” antara arwah mendiang dan keluarga yang masih hidup. Motif utama ritual tersebut berawal dari kepercayaan masyarakat setempat bahwa orang mati akan pergi menemui Tuhan dan terlahir kembali atau reinkarnasi.

4. Asyura Syiah, Iran

rang-orang syi’ah menjadikan bulan Muharram sebagai hari-hari berkabung. Pada setiap tanggal 10 Muharram, orang-orang syi’ah di Iran mengadakan pawai akbar untuk memperingati hari terbunuhnya cucu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Husein bin Aliradhiyallahu ‘anhu di padang Karbala.

Baca juga: 10 Orang yang Bertahan Hidup Meski Tanpa Kepala

4. Asyura Syiah, IranSecara khusus, pada hari ‘Asyura, mereka melakukan ritual yang amat mengerikan dengan menyiksa diri dengan benda-benda keras dan tajam. Semangat untuk menyakiti dan melukai tubuh sendiri akan kian terlucut dengan rangsangan syair-syair kisah terbunuhnya Husain bin ‘Ali Radhiyallahu ‘anhu di padang Karbala yang diperdengarkan, karya tokoh-tokoh Syi’ah. Kisah tersebut dibumbui dengan berbagai kebohongan serta cacian terhadap para Sahabat Radhiyallahu ‘anhum. Syiah umumnya percaya bahwa setetes darah yang diberikan untuk Hussein bisa menyapu seratus dosa mereka.

3. Suku Unambal

Agar anak-anak laki-laki dari suku Unambal disebut pria sejati, mereka perlu menjalani siksaan fisik yang ekstrem. Para tetua suku akan memotong kulit dari berbagai bagian tubuh seorang anak laki-laki, termasuk pantat, dada, lengan, dan bahu. Kemudian, mereka akan menaruh pasir di atas luka yang belum mengering itu. Hal ini sengaja dilakukan agar luka dapat menghasilkan bekas luka yang indah, setelah itu telah benar-benar sembuh.

3. Suku UnambalSuku Unambal juga mengharuskan anak laki-laki di sukunya untuk menjalani sunat. Namun, ritual itu tidak berakhir di sana. Setelah mereka memiliki jenggot, mereka diwajibkan untuk menjalani prosedur menyakitkan, di mana bagian bawah penis mereka dipotong terbuka dari dasar hingga ke lubang kencing. Suku Unambal percaya bahwa dengan melakukan ritual yang tampaknya menyiksa ini akan membuat penis mereka lebih menarik dan lebih ringan. Itulah lima tradisi brutal yang dilakukan pria agar dicap jantan. Ritual ini kebanyakan hanya dilakukan oleh suku-suku pedalaman untuk menunjukkan eksistensi mereka di antara suku-suku yang lain.

2. Okipa, Suku Indian

Ritual Okipa dilakukan oleh suku Mandan Indian. Okipa dibuka dengan tarian Bison dan kemudian diikuti oleh atraksi pengorbanan diri yang sangat menyiksa. Para prajurit dipaksa untuk menunjukkan keberanian fisik mereka dan membiarkan para roh merasuki raga mereka. Para pemuda yang menjalani okipa diminta untuk tidak makan, minum, dan tidur selama empat hari.

Baca juga: 10 Agama Baru Teraneh di Dunia

2. Okipa, Suku IndianMereka kemudian digiring untuk memasuki sebuah gubuk di mana mereka harus duduk dengan wajah tersenyum, ketika kulit dada dan bahu mereka ditusuk. Setelah itu, mereka digantung di atap gubuk sampai pingsan. Prajurit yang pingsan dibawa ke bawah dan dibiarkan sampai terbangun dengan sendirinya. Setelah dia bangun, prajurit itu diminta untuk memotong jari kelingkingnya.

1. Ritual Ngayau, Indonesia

Ngayau merupakan tradisi Suku Dayak yang mendiami pulau Kalimantan, baik Dayak yang tinggal di Kalimantan Barat maupun Kalimantan lainnya. Suku Iban dan Suku Kenyah adalah dua dari suku Dayak yang memiliki adat Ngayau. Pada tradisi Ngayau yang sesungguhnya, Ngayau tidak lepas dari korban kepala manusia dari pihak musuh. Citra yang paling populer tentang Kalimantan selama ini adalah yang berkaitan dengan berburu kepala (Ngayau). Karya Carl Bock, The Head Hunters of Borneo yang diterbitkan di Inggris pada tahun 1882 banyak menyumbang terhadap terciptanya citra Dayak sebagai “orang-orang pemburu kepala”.

1. Ritual Ngayau, IndonesiaPraktik berburu kepala adalah salah satu bentuk komplek perilaku sosial dan sudah memancing munculnya beragam penjelasan dari berbagai penulis, baik dari kalangan “penjelajah” maupun kalangan akademisi. Praktek ini dilakukan dengan cara mengambil kepala musuh dan menempatkannya di depan rumah. Semakin banyak kepala yang dimiliki maka akan semakin dihormati dan ditakuti. Jika tidak ingin kepala mereka diambil, biasanya korban harus membayar kompensasi kepada keluarga yang dirugikan. Misalnya uang, makanan atau kepala orang lain. Untuk saja praktek ini sudah dilarang sejak 1960 an.

Selanjutnya, baca juga: 10 Makanan Paling Ekstrim, Sadis dan Kejam di Dunia

Demikian 10 Tradisi Ritual Paling Mengerikan dari Seluruh Dunia, semoga bermanfaat. Jangan lupa share, karena berbagi itu indah. [*]


What's Your Reaction?

Suka Suka
0
Suka
Keren Keren
0
Keren
Kaget Kaget
0
Kaget
Takut Takut
2
Takut
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Sedih Sedih
0
Sedih
Muntah Muntah
0
Muntah
Marah Marah
0
Marah