10 Burung yang Bisa Terbang Paling Tinggi di Dunia


1
11 shares, 1 point
Portrait of a Ruppell's Griffon Vulture
Rüppell's Griffon Vulture

Manusia sudah sejak lama menciptakan penemuan-penemuan yang terinspirasi dari alam. Dunia penerbangan adalah salah satunya. Teknologi penerbangan yang saat ini terus dikembangkan, terinspirasi dari mekanisme terbang burung-burung yang ada di bumi, dan mesin-mesin penerbangan diciptakan dengan meniru mekanisme tersebut.

Mungkin pernah terbersit dalam benak kita, apakah dunia penerbangan kita sudah sepenuhnya mengungguli mekanisme penerbangan alami dari berbagai sisi? Bisa jadi. Meski begitu, ada beberapa jenis burung yang secara alami mampu terbang di ketinggian yang menakjubkan, dan bahkan menyamai beberapa jenis pesawat komersial.

Mereka telah berevolusi sedemikian rupa sehingga mampu terbang di ketinggian di mana hanya ada kurang dari 10% oksigen, dan dikutip dari Mongabay berikut ini 10 Burung yang Bisa Terbang Paling Tinggi di Dunia:

10. Kondor Andes (Vultur gryphus) – 4500 m

Burung ini ditemukan di Amerika Selatan sebelah barat di barisan Pegunungan Andes. Burung ini merupakan salah satu burung terbesar di dunia yang bisa terbang dengan panjang sayap burung ini jika diukur dari ujung sayap kiri hingga ujung sayap kanan mencapai 3,2 m. Sementara tubuhnya memiliki panjang 1,2 m dan berat 15 kg.

10. Kondor Andes (4500 m)Burung ini mampu terbang cepat di ketinggian hingga 4500 m di atas permukaan laut. Burung ini juga dianggap sebagai simbol kekuasaan, kebebasan, dan kesehatan, sehingga dijadikan sebagai burung nasional Bolivia, Columbia, Chili, dan Ekuador. Sayangnya, burung ini adalah spesies yang terancam punah karena perburuan dan kehilangan habitat.

9. Bangau Putih (Ciconia ciconia) – 4800 m

Bangau putih adalah burung rawa yang dikenal karena leher panjangnya yang khas yang berukuran hingga 1 meter lebih. Mereka tinggal di daerah yang hangat di seluruh Eropa dan Asia Barat-Tengah. Bangau putih memiliki lebar sayap 2,3 meter dan bulu mereka sebagian besar berwarna putih.

9. Bangau Putih (Ciconia ciconia) - 4800 mBangau putih adalah burung migran yang kuat. Mereka akan meninggalkan Eropa selama musim dingin dan menghabiskan waktunya di kawasan tropis Afrika . Selama migrasi mereka membentuk kawanan besar yang berisi ribuan anggota. Bangau putih dapat terbang dengan mencapai ketinggian maksimum hingga 4800 m di atas permukaan laut.

8. Bar-tailed Godwit (Limosa lapponica) – 6000 m

Burung ini berkembang biak di sepanjang pantai Arktika di Kutub Utara, semenanjung Skandinavia dan kawasan tundra Siberia, Rusia.

Baca juga: 10 Burung yang Tidak Bisa Terbang

8. Bar-tailed Godwit (Limosa lapponica) - 6000 mTapi selama musim dingin, mereka akan terbang melintasi separuh bumi dan menghabiskan waktu Australia dan Selandia Baru. Pada tahun 2007, seekor burung yang diberi pemancar tercatat terbang sepanjang 11.600 km dari Alaska Barat ke Selandia Baru, tanpa berhenti selama sembilan hari. Burung ini mampu terbang hingga setinggi 6000 m di atas permukaan laut.

7. Bebek Mallard (Anas platyrhynchos) – 6400 m

Bebek ini berasal dari Amerika Utara (Bermuda, Greenland, Kanada, Meksiko, Saint Pierre & Miquelon, Amerika Serikat), dan Eropa, dan diyakini sebagai nenek moyang dari hampir semua bebek domestik. Bebek Mallard terkenal karena kepala warna hijau mereka dan paruh berwarna kuning cerah.

7. Bebek Mallard (Anas platyrhynchos) - 6400 m
Male Mallard Duck (Anas platyrhynchos) flying, Victoria, BC, Canada.

Sebelum dimulainya musim dingin, bebek mallard bermigrasi ke Selatan di mana suhu lebih hangat dengan melakukan perjalanan pada ketinggian 300-1000 meter di atas permukaan laut, namun mereka juga dikenal terbang dengan ketinggian 6400 meter.

6. Hering Berjanggut (Gypaetus barbatus)  – 7300 m

Burung ini dikenali dengan janggutnya yang menjuntai di bawah paruhnya. Ini adalah spesies besar dari burung pemakan bangkai yang hidup di daerah pegunungan di Eropa Selatan. Tubuh mereka dapat mencapai tinggi hingga 1 meter dengan berat hingga 7 kg. Mereka juga memiliki lebar sayap 2,5-2,7 meter. Sayap yang besar dan kuat membuat mereka mampu melayang tinggi di atas daerah pegunungan.  Mereka mampu terbang di ketinggian 7300 m di atas permukaan laut.

Baca juga: 10 Jenis Kucing Paling Populer di Dunia

6. Hering Berjanggut (Gypaetus barbatus) - 7300 mBurung hering berjenggot juga dikenal sebagai ‘pemakan tulang’ karena mereka secara eksklusif memakan tulang bangkai. Mereka menelan tulang kecil secara keseluruhan. Jika burung hering berjanggut mendapat tulang besar, tulang itu akan pecah menjadi potongan-potongan kecil dengan menjatuhkan tulang dari ketinggian di bebatuan.

5. Chough Alpen (Pyrrhocorax graculus) – 8000 m

Alpine chough, atau yellow-billed chough, adalah burung dalam keluarga gagak, satu dari hanya dua spesies dalam genus Pyrrhocorax. Burung ini adalah burung berukuran sedang yang hidup di pegunungan tinggi di Eropa Selatan dan Asia Tengah.

5. Chough Alpen (Pyrrhocorax graculus) - 8000 mMereka juga dikenal sebagai burung chough berparuh kuning, dinamai sesuai paruh kuning cerah mereka. Chough Alpen adalah burung yang memiliki sarang tertinggi di dunia, di mana dia membangun sarang di ketinggian 6500 m di atas permukaan laut. Burung ini mampu terbang di ketinggian 8000 m.

4. Angsa Whooper (Cygnus cygnus) – 8300 m

Angsa ini tinggal di padang rumput, lahan basah, tundra, danau dan kolam di Eurasia Selatan . Mereka terkenal untuk karena lehernya yang panjang dan paruh berwarna hitam kuningnya. Di musim dingin, angsa whooper bermigrasi ke Denmark, Jerman dan Inggris.

Baca juga: 10 Serangga Paling Mematikan di Dunia

4. Angsa Whooper (Cygnus cygnus) - 8300 mSelama migrasi, mereka membentuk kawanan besar yang berisi ribuan individu. Mereka terbang dalam formasi ‘V’ selama perjalanan mereka ke daratan musim dingin. Angsa Whooper biasanya terbang di ketinggian 2500 meter di atas laut selama migrasi. Tapi mereka bisa mencapai ketinggian maksimum 8300 meter dari permukaan laut.

3. Angsa Berkepala Garis (Anser indicus) – 8850 m

Ini adalah burung migran yang dapat naik terbang hingga ketinggian 8850 m di atas laut, lebih tinggi dari Gunung Everest. Mereka berasal dari Asia Tengah. Mereka sempurna beradaptasi untuk terbang di atas puncak Himalaya di mana tekanan udara sangat rendah.

3. Angsa Berkepala Garis (Anser indicus) - 8850 mAngsa ini memiliki kapasitas paru-paru lebih tinggi daripada angsa lainnya. Tubuh mereka memiliki lebih banyak sel darah merah dan juga dapat meningkatkan output jantung dalam penerbangan. Di musim dingin, angsa berkepala dingin bermigrasi ke Selatan. Mereka dapat melintasi jarak 1600 km dalam satu hari selama migrasi.

2. Jenjang Biasa (Grus grus) – 10.000 m

2. Jenjang Biasa (Grus grus) - 10.000 mBurung ini diketahui terbang melintasi Himalaya dengan ketinggian 10.000 meter di atas laut. Burung Jenjang Umum hidup di bagian utara Eropa dan Asia. Burung berukuran sedang ini memiliki lebar sayap antara 1,8-2,4 meter. Ini adalah burung migran jarak jauh dan selama musim dingin di Eropa, mereka menghabiskan waktu Afrika Utara.

Baca juga: 10 Ikan Hias Air Tawar Tercantik di Dunia

1. Vulture Ruppel (Gyps rueppelli) – 11.200 m

Burung ini mampu terbang di ketinggian 11.200 m di atas laut, dan memegang rekor sebagai burung yang mampu terbang tertinggi. Di ketinggian tersebut, kadar oksiben begitu tipis, tapi tubuh burung ini mengandung jenis khusus hemoglobin dan membuat asupan oksigen lebih efektif.

1. Vulture Ruppel (Gyps rueppelli) - 11.200 mTubuh mereka setinggi kira-kira 1 meter dan berat antara 7-9 kg, dengan lebar sayap antara 2,3-2,5 meter. Mereka bisa terbang dengan kecepatan 35 km/jam dan dapat tinggal terbang di udara selama berjam-jam. Burung ini adalah pemakan bangka dan mereka memiliki penglihatan yang tajam dan dapat melihat bangkai dari ketinggian yang luar biasa.

Demikian 10 Burung yang Bisa Terbang Paling Tinggi di Dunia, semoga bermanfaat. Jangan lupa share, karena berbagi itu indah. [*]


What's Your Reaction?

Suka Suka
1
Suka
Keren Keren
0
Keren
Kaget Kaget
0
Kaget
Takut Takut
0
Takut
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Sedih Sedih
0
Sedih
Muntah Muntah
0
Muntah
Marah Marah
0
Marah